Faqih Tegaskan Pentingnya Publikasi dan Identitas PH MAL dalam Pelatihan Jurnalistik Senkom

Masih dalam rangkaian webinar Rakornas dan Bimtek PH MAL Senkom Mitra Polri pada Sabtu, 29 November 2025, materi yang disampaikan menyoroti pentingnya penulisan publikasi oleh PH MAL.

Dalam paparannya, pemateri, Faqihu Soleh menjelaskan tentang jurnalistik Senkom Mitra Polri. Dirinya menekankan pentingnya publikasi yang benar, cepat, dan sesuai kaidah jurnalistik untuk memperkuat citra organisasi.

Mas Faqih –panggilan akrabnya, menegaskan bahwa seluruh karya, kiprah, dan kontribusi Senkom di berbagai daerah harus dipublikasikan secara sistematis agar difahami dengan mudah oleh pembaca.

Menurut Faqih, publikasi bukan sekadar dokumentasi, tetapi bagian dari strategi membangun citra digital organisasi.

“Masyarakat sekarang profiling lewat internet. Kalau citra digital kita buruk, publik juga menilai buruk. Kita sudah banyak berkontribusi, tetapi kalau tidak dipublikasikan, masyarakat tidak tahu apa yang telah kita lakukan,” jelasnya.

Penegasan Soal Identitas Reporter, Jurnalis berbeda dengan PH MAL

Menjawab pertanyaan peserta mengenai kebutuhan identitas reporter, Faqih menegaskan bahwa identitas jurnalis berbeda dengan identitas PH MAL (Publikasi Humas & Hubungan Antar Lembaga) Senkom. Ia mengingatkan agar seluruh peserta memahami batasan dan fungsi masing-masing.

“Kalau berbicara identitas jurnalis itu lain, punya aturan dan kode etik tersendiri. Tapi kalau berbicara identitas PH MAL, itu otomatis melekat saat kita membawa nama Senkom,” tegasnya.

Faqih lalu mencontohkan pengalamannya saat mengikuti Ketua PP Senkom, H. Lukman, dalam agenda bertemu Kementerian Perhubungan.

Pada kesempatan itu, Pak Lukman memperkenalkan Faqih kepada pejabat Kemenhub sebagai bagian dari Senkom khususnya PH MAL.

Narasi itu langsung dipahami sebagai representasi resmi Senkom.

Publikasi Bernilai Strategis dan Mempengaruhi Citra Mitra

Faqih juga mengingatkan bahwa kualitas publikasi Senkom tidak hanya berdampak pada citra internal, tetapi juga pada citra mitra seperti LDII dan Persinas ASAD.

“Kalau citra kita bagus, mitra kita ikut terbawa baik. Sebaliknya, jika konten kita buruk, maka mitra kita ikut terkena dampaknya,” ujarnya.

Ia pun mencontohkan situasi bencana yang sedang terjadi di Sumatera.

Ribuan relawan turun ke berbagai lokasi, dan publikasi yang cepat serta akurat diperlukan agar masyarakat memahami skala kontribusi Senkom.

“Angka, data, dan konteks sangat menentukan nilai berita,” katanya.

Teknik Wawancara dan Penulisan Berita

Dalam sesi teknis, Faqih memaparkan langkah-langkah wawancara:

  • memperkenalkan diri dengan jelas,
  • memahami latar belakang narasumber,
  • menyiapkan pertanyaan berbasis 5W+1H,
  • menjaga sopan santun dan etika,
  • serta memastikan alat rekam bekerja dengan baik.

Pada penulisan berita, ia menekankan penerapan piramida terbalik: bagian terpenting dan inti berita harus berada di paragraf awal, diikuti kutipan narasumber, data, dan detail pendukung.

Idealnya, satu berita hanya memuat maksimal tiga narasumber agar tetap fokus dan tidak melebar.

Faqih juga mengingatkan agar judul dibuat terakhir, menggunakan 8–12 kata, dapat memuat angka, peristiwa menarik, atau kutipan narasumber untuk meningkatkan klik dan relevansi SEO.

Media Sosial Bukan Produk Jurnalistik

Faqih mengingatkan bahwa media sosial bukan produk jurnalistik sehingga tidak tunduk pada standar redaksi. Banyak konten kreator mengejar tren, bukan kaidah organisasi.

Karena itu, ia meminta pengurus daerah lebih berhati-hati dalam mempublikasikan konten agar tidak terjadi kesalahan narasi atau pelanggaran etika.

“Kita harus sabar dan terus membimbing generasi muda agar bijak menggunakan media sosial,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Faqih berharap seluruh daerah mampu menghasilkan berita yang positif, akurat, dan sesuai kaidah jurnalistik sehingga kegiatan Senkom dapat diterima luas oleh masyarakat dan memperkuat peran organisasi di tingkat nasional.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *