Kabupaten Bandung — Perwakilan Senkom Mitra Polri Kabupaten Bandung menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Bandung.
Rapat yang digelar di Gedung Moh. Toha Pemkab Bandung, Sabtu (7/3/2026) tersebut diikuti berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi kemasyarakatan.
Dalam kegiatan itu, Senkom Mitra Polri Kabupaten Bandung diwakili oleh Pembina Senkom Dadang Sujana dan Jaelan Nurfiana.
Rakor lintas sektoral tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran pengamanan mudik tahun ini.
Ia menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiagakan mobil ambulans dan alat berat di sejumlah titik rawan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Kami juga akan memberikan insentif khusus untuk para personel yang bertugas di lapangan selama Operasi Ketupat tahun ini. Kami berharap pengamanan Idulfitri tahun ini berjalan aman dan lancar,” ujar Kang DS.
1.333 Personel Gabungan
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 1.333 personel gabungan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, jajaran Polresta Bandung telah melakukan pemetaan terhadap jalur utama dan jalur alternatif yang akan dilalui pemudik, termasuk titik rawan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta potensi gangguan keamanan.
“Kami akan mendirikan Pos Terpadu yang berlokasi di Nagreg dengan nama Kampung Kaheman. Sebelumnya pos terpadu berada di Cileunyi, namun setelah dilakukan analisis kami alihkan ke Nagreg agar lebih efektif,” jelas Aldi.
Nagreg dipilih karena merupakan salah satu jalur mudik paling padat yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan berbagai daerah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Selain itu, sebanyak 12 titik Pos Pengamanan (Pospam) akan disiagakan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Pospam tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengendalian lalu lintas dan keamanan, tetapi juga sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
Di setiap pos tersebut telah disiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain ambulans dengan tenaga medis siaga, alat berat untuk penanganan darurat, fasilitas wifi gratis, mushola, toilet, serta penyediaan air minum dan makanan ringan.
Kapolresta Bandung juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang hendak mudik. Kendaraan dapat dititipkan di Mako Polresta Bandung maupun Polsek di seluruh kecamatan.
“Kami juga berharap di tingkat kecamatan dapat dibentuk Pam Swakarsa untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong selama ditinggal mudik,” ujar Aldi.
Ia turut mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, mulai dari mengunci pintu dan jendela hingga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan Idulfitri sangat bergantung pada kekompakan seluruh unsur yang terlibat.

“Kesuksesan pengamanan Idulfitri sangat ditentukan oleh kekompakan kita semua. Karena itu komunikasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar pelaksanaannya berjalan baik,” katanya.***








